Salah satu strategi
utama untuk mencapai tujuan Pembangunan Kesehatan di Indonesia adalah
menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS). PHBS adalah Sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga
dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam
mewujudkan kesehatan masyarakatnya.
Indikator PHBS
tatanan rumah tangga adalah suatu alat ukur atau merupakan suatu petunjuk yang
membatasi fokus perhatian untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di
rumah tangga. Indikator PHBS tatanan rumah tangga diarahkan pada aspek program
prioritas yaitu KIA, Gizi, kesehatan lingkungan, Gaya Hidup dan Upaya Kesehatan
Masyarakat. Indikator PHBS tatanan rumah tangga yang digunakan di Jawa Tengah
terdapat 16 variabel, yang terdiri dari 10 indikator nasional dan 6 indikator
lokal Jawa Tengah. Keenam belas indikator PHBS tersebut, meliputi:
1)
Persalinan oleh Tenaga Kesehatan,
2) ASI ekslusif,
3) Gizi seimbang,
4)
Menggunakan air bersih,
5) Menggunakan jamban sehat,
6) Kepadatan hunian
rumah,
7) Lantai kedap air,
8) Aktifitas fisik/olah raga,
9) Bebas asap rokok,
10) Kepesertaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan,
11) Menimbang balita,
12)
Membuang sampah,
13) Mencuci tangan pakai sabun,
14) Menggosok gigi,
15) Tidak
menyalahgunakan Miras/Narkoba, dan
16) Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN).
Hasil survey menunjukkan bahwa dari 16 indikator PHBS tersebut, ternyata didapat lima urutan terbesar masalah yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Tegal, yaitu
1) Indikator Tidak merokok masih sangat rendah yaitu 33.5% rumah tangga yang bebas dari asap rokok,
2) Masih rendahnya masyarakat yang menjadi anggota Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) yaitu 51%
3)Masih rendahnya masyarakat yang menerapkan ASI ekslusif (57,8%),
4) Rumah Tangga yang semua ruangan rumah berlantai kedap air (bukan tanah) dan dalam kedaan bersih
sebesar 79%,
5) Rumah tangga yang melakukan aktifitas fisik atau olahraga terukur minimal 30 menit/hari dan dilakukan
3-5 kali seminggu masih rendah yaitu 80,5% rumah tangga.
Jika dilihat secara umum maka pencapaian rumah tangga sehat di Kabupaten Tegal sudah cukup baik yaitu telah mencapai 85,38%, angka ini berarti telah melebihi target Nasional dan Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 70%. Namun demikian kita tidak bisa begitu saja berbangga hati atas hasil survey cepat tersebut, karena dengan data tersebut kita belum bisa mengetahui kondisi sebenarnya rumah tangga sehat yang dapat mewakili Kabupaten Tegal. Perlunya pengkajian atau pendataan secara menyeluruh pada setiap rumah tangga yang ada, agar diperoleh data yang valid dan akurat namun hal ini tentu saja membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk itu partisipasi dan dukungan oleh segenap stakeholder, lintas program dan lintas sektoral serta komitmen dari para penentu kebijakan akan sangat menunjang kemajuan dan keberhasilan PHBS di masa yang akan datang. Selain itu untuk mendorong masyarakat melakukan PHBS memang tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu usaha keras dari berbagai pihak agar PHBS menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Semoga niat baik ini akan kita lakukan bersama-sama demi terwujudnya Kabupaten Tegal sehat yang berawal dari rumah tangga sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar